Sabtu, 13 Oktober 2012

PRINSIP INVESTASI


PRINSIP INVESTASI
INVESTASI ,.. Semua orang rata-rata pasti pernah, akan dan mungkin sedang berinvestasi saat ini untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan, harapkan dan perlukan (dengan melakukan investasi). Tapi sebelum kita melakukan sebuah investasi kita harus tau dulu nih APA SIH INVESTASI ITU ?? terus APA SIH RESIKO – RESIKO yang akan kita tanggung kalau kita sedang berinvestasi ?? LIKUIDITAS dan DAYA JUAL nya seperti apa ?? trs kita juga harus tau juga TIPE dan KARAKTERISTIK dari hasil investasi kita itu seperti apa  dan ALOKASI ASET nya.
Investasi, investasi itu adalah sebuah bentuk dari penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva, dan biasanya nih penanaman modalnya dalam jangka waktu yang lumayan lama, penanaman modal yang lumayan lama ini di harapkan menghasilkan sebuah keuntungan dimasa mendatang. TETAPI !! sebuah investasi ini selalu mengandung sebuah RESIKO yang dimana, hasil dari investasi yang diharapkan atau yang sudah direncanakan matang-matang sebelumnya berbeda sekali dengan kenyataan yang ada, itu lah yang dinamakana sebuah resiko dalam berinvestasi.
Didalam risiko, ada 2 tipe risiko yang ada yaitu yang pertama risiko sistematik ( systematic risk ) dan yang kedua risiko nonsistematik ( unsystematic risk )
·         Risiko sistematik itu dikenal juga sebagai risiko yang yang tidak bisa didiversifikasi yaitu risiko yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti perubahan ekonominya, politik, sosiologi, perang, inflasi dan kejadian-kejadian internasional yang mana risiko-risiko itu tidak bisa dihilangkan dengan melakukan diversifikasi portofolio
·         Risiko nonsistematikdikenal juga sebagai risiko yang bisa didiversifikasi. Faktor-faktor yang membentuk risiko ini adalah kapasitas management, mogok kerja, kecenderungan konsumen
Ada pula Tipe Investor Menurut profil Risiko. (www.danareksa.com/home/index_produk.cfm?act=investasiRepot)
1. Defensive
Investor dengan tipe defensive ini adalah investor yang berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan menghindari risiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar investasi yang dilakukan terbebas dari risiko.
2. Conservative
Investor dengan tipe conservativeini biasanya berinvestasi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan dengan rentang waktu investasi yang cukup panjang, misalnya, untuk pendidikan perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua. Investor tipe ini memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan (yield) yang layak saja dan tidak memiliki risiko besar, karena filosofi investasi mereka untuk menghindari risiko.
3. Balanced
Investor dengan tipe balanced ini merupakan tipe investor yang menginginkan risiko menengah. Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara risiko yang dimungkinkan terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor ini bahwa mereka akan selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi, dan hanya investasi yang proporsional antara risiko dan penghasilan yang bisa diperoleh yang akan dipilih.
4. Moderately aggressive
Moderately aggressive ini merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim dalam menghadapi risiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya risiko dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan sebelumnya.
5. Aggressive
Investor aggressive, atau biasanya juga disebut 'pemain', adalah kebalikan dari investor conservative. Mereka sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki.
Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik. Investor tipe ini umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena mengharapkan adanya keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak berharap untuk merugi, namun setiap investor aggressive menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari permainan.
Untuk berinvestasi kita harus melihat likuiditas dan daya jualnya juga. Dimana sebuah asset yang telah kita tanam bisa saja tidak likuid tetapi memiliki kemampuan jual yang tinggi. Asset likuid dan daya jual memiliki perbedaan yaitu dimana asset likuid itubisa saja tidak memiliki pasar misalnya saja kita tidak akan pernah bisa menjual cek atau rekening tabungan kita , sedangkan daya jual itu mengacu kepada kemampuan untuk menjual asset dengan cepat dalam sebuah pasar yang ada tetapi kelemahannya tidak ada garansi untuk asset tersebut akan dapat terjual dengan harga yang sewajarnya.
Ada tipe dan karakteristik dari hasil investasi yang berbeda-beda ya itu bisa berupa atau berbentuk peningkatan atas modal,pendapatan dan dapat juga mengkombinasikan antara pendapatan dan peningkatan atas modal
·         Peningkatan atas modal, disini investor menitik beratkanpada periode waktu tertentu
-       Jangka pendek yang waktunya kurang dari 1 thn sampai dengan 3 thn dimana investor dengan karakteristik seperti ini akan dapat menerima tingkat risiko yang lebih besar atau sesuatu yang berbau spekulasi
-       Jangka menengah yang waktunya antara 3 sampai 7 thn dimana investor dengan karakteristik seperti ini akan setengah-setengah dalam menerima risiko ( mempertimbangan segala sesuatunya ) dan tidak agresif
-       Jangka waktu panjang yang waktunya lebih dari 7 thn dimana investor seperti ini hanya mencari aman saja, tidak mau menerima sebuah risiko yang menjadikan investor ini tidak akan berinvestasi dengan tujuan apresiasi kapital atau mereka merasa cukup dengan berinvestasi dalam porsi yang relative kecil untuk jangka waktu yang lama
·         Pendapatan, disini investor menitik beratkan pada pendapatan berjalan. Pendapatan ini biasanya didistribusikan dalam 3 bentuk yaitu :
-       Deviden ini dalam bentuk pembagian keuntungan suatu perusahaan kepada para pemegang saham, deviden ini dapat dibayarkan dalam bentuk kas, saham tambahan, kupon atau dalam bentuk barang kepemilikan
-       Bunga (sama dengan deviden ttp dari sumber yang berbeda) ini adalah biaya atas peminjaman uang yang dinyatakan dalam bentuk kurs atau tarif tertentu untuk satu periode tertentu contohnya si A mengijinkan bank B untuk meminjamkan uang deposito berjangkanya kepada pihak C dan sebagai gantinya atas pinjaman tersebut di si A menerima tingkat suku bunga tertentu sebagai biaya peminjaman uang tersebut.
-       Dan juga bisa dengan sewa, dimana pendapatannya berasal dari hasil pembayaran sewa atas harta kepemilikan seseorang
·         Peningkatan modal dan pendapatan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sehat dengan memberikan atau membagikan deviden dan sekaligus mempunyai prospek pertumbuhan modal yang berkelanjutan
Kemana kita harus mengalokasikan asset kita? Kita harus menggunakan 2 pendekatan alokasi yaitu dengan metode strategi alokasi asset dan alokasi asset taktis
·         Strategi alokasi asset itu adalah metode yang fokusnya pada jangkauan objektivitas yang panjang untuk menetapkan perpaduan berbagai macam jenis asset yang ada misalnya 60% sahan 40% surat hutang atau yang lainnya ( menyeimbangkan )
·         Alokasi asset taktis itu adalah metode yang mengunakan ilmu kira-kira, dimana kita harus dapat menggunakan perkiraan arah pergerakan pasar untuk merubah komposisi asset dalam portofolio. Alokasi asset ini menggunakan teknik seperti waktu pasar yang melibatkan pemindahan antara 2 bentuk asset berdasarkan perkiraan pergerakkan pasar dan sector rotation yang digunakan untuk mengganti komposisi portofolio dari 1 sektor industry ke sector industry lainnya
Ada beberapa jenis-jenis Investasi yang bisa dipilih :
Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain:
a. Tabungan di bank
b. Deposito di bank
c. Saham
d. Properti
Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
(a) Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
(b) Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
e. Barang-barang koleksi
Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain.
f. Emas
g. Mata uang asing
h. Obligasi.
i.dan lain-lain

REFERENSI :
MODUL FPSB

Senin, 09 April 2012

PRIVATISASI PERUSAHAAN


PRIVATISASI PERUSAHAAN

Sebelum membahas tentang Privatisasi lebih lanjut, kita harus mengerti dulu tentang Apa Sih yang dimaksud dengan Privatisasi dan Nasionalisasi agar kita semua bisa paham apa yang sebenarnya dimaksud didalam kasus yang akan saya bahas nantinya

Privatisasi?
Privatisasi ini sebenarnya adalah upaya untuk meningkatkan nilai suatu perusahaan, dengan menjual sahamnya kepada pihak swasta atau pihak lain. Dengan tujuan untuk mengembangkan usaha tersebut dan meningkatkan keuntungan yang dapat dicapai dari kinerja karyawan yang efisien, sehingga dapat memberikan sebuah manfaat bagi masyarakat sekitar dan juga bagi negara

Nah, disini ada sebuah kasus seperti ini
Kita adalah seorang eksekutif perusahaan milik negara yang baru saja dina
sionalisasi dengan menjual sahamnya kepada karyawan perusahan tersebut. sebelum keputusan tentang kebijakan perusahaan dikeluarkan, harus diperoleh persetujuan dari pemerintah terlebih dahulu. Bagaimana upah dah gaji karyawan, apakah disesuaikan dengan gaji pegawai negri dan tidak diberi insentif? pemeliharaan pabrik dan peralatan sangat buruk. Kerusakan mesin sering terjadi dan biaya perbaikannya mahal. Beban utilitas sangat tinggi.
Agar privatisasi tersebut berjalan dengan sukses, apa saran dan prog
ram yang harus kita lakukan ?

Menurut saya, pertama-tama saya tidak ada masalah dengan yang namanya persetujuan dari pemerintah, karena pemerintah pasti bisa melihat perusahan yang sedang mengalami kesulitan seperti ini kalau tidak segera ditolong maka perusahaan ini akan menimbulkan kerugian besar, dan so pasti pemerintah yang melihat hal ini tidak akan tinggal diam, pemerintah pastinya akan melakukan segala hal agar perusahaan tersebut dapat bangkit kembali menjadi perusahan yang sehat bahkan lebih maju dan berkembang, walau pun dengan jalan Privatisasi sekalipun.

Masalah gaji juga, gaji karyawan akan disesuaikan dengan keadaan perusahaan saat ini, mungkin dengan memberikan pengertian kepada karyawan tentang kondisi perusahaan saat ini seperti apa, dan mengajak mereka saling bekerja sama agar perusahaan itu segera bangkit dan karyawan pun dapat menikmatinya juga dengan mendapatkan gaji yang lebih besar dari sebelumnya. Karena kalo kita paksakan untuk memberikan gaji yang seprti sebelum keadaan perusahan sakit, maka perusahaan akan sangat kesulitan utuk membagi biaya-biaya, lom untuk perawtan mesin dan sebagainnya, jadi sebisa mungkin kita berbicara dengan karyawan kalo memang gajinya tidak bisa sebesar dolo, tetapi masih sesuai dengan kebijakan pemerintah atau masih standart UMR.
Masalah kerusakan mesin, kita harus benar-benar selektif untuk mencari montir yang ahli dalam bidangnya, dan kita harus juga mengetahui knp mesin2 ini bisa rusak? dan jika mesin itu sudah tidak dapat diperbaiki / dalam artian mesin ini akan memakan biaya yang lebih besar dalam perbaikannya, lebih baik mesin ini dijual dan mungkin kita pertaman
ya bisa sewa dulu sampai kondisi perusahaan jauh lebih tenang, baru perusahaan dapat membeli mesin sendiri yang lebih baru dan lebih bagus, tetapi dengan itu kita harus mencegah terjadi nya kerusakan ua lewat perawatan yang baik agar mesin ttp terjaga kondisinya

Saya akan memperbaiki kondisi keuangan nya terdahulu dengan meminta semua karyawan saling bekerjasama, berjuang untuk mengembangkan perusahaan , dan dalam memilih karyawan kita harus saring juga, jika karyawan ini bisa di ajak kerja sama maka kita akan pertahankan akan tetapi jika tidak bisa maka kita terpaksa harus melepas mereka untu
k mengurangi biaya-biaya yang tidak efekif. sehingga usaha kita akan jauh lebih maximal


Rabu, 21 Desember 2011

sejarah singkat sistem pendukung keputusan


Sejarah Singkat Sistem Pendukung Keputusan (DSS)

Sebelum kita membahas atau mengetahui sejarah tentang bagaimana DSS ini diciptakan dan berkembang sampai sekarang, kita harus tau dulu apa sih sebenarnya DSS itu dan untuk apa DSS itu diciptakan ?

DSS itu adalah sebuah system yang berbasis computer yang terdiri atas komponen-komponen yang saling berhubungan 1 sama lain, sehingga komponen-komponen ini mampu menghasilkan sebuah data informasi yang berguna untuk membantu mengambil sebuah keputusan dalam sebuah bisnis yang akan dijalankan. DSS ini sangat berguna untuk merencanakan sesuatu yang mungkin sulit untuk dipecahkan secara manusiawi, sehingga system ini membantu kita dengan memberikan informasi-informasi yang membandingkan, sehingga kita bisa memilih apa yang harus kita lakukan. DSS ini hanya sebagai alat bantuan saja untuk mengambil sebuah keputusan, dan keputusan akhir tetap di tangan kita sendiri mau atau tidak menuruti apa yang telah diinformasikan

Contoh sederhananya seperti ini, pada saat kita memiliki modal dalam nominal 1 M, kita tidak tau bagaimana cara untuk menginvestasikan uang tersebut sehingga kita mampu menghasilkan keuntungan yang max, untuk memngetahui apa yang harus kita lakukan, maka kita mengimput data- yang kita punya atau memasukan saja nilai nominal yang akan kita investasikan, system pendukung keputusan ini akan mengelolah data yang kita masukan dan menginformasi kan kepada kita apa saja yang harus kita lakukan agar investasi kita bias menghasilkan laba yang max. missal untuk membeli sham di PT a, atau membeli emas, atau mendepositokan uang tersebut atau apa saja. Dan dengan informasi itu kita dengan mudah untuk memilih apa yang harus kita lakukan selanjutnya

DSS ini telah mengalami pembangunan, perkembangan, perluasan dan pergeseran dalam teknologi selama beberapa tahun. Dibawah ini adalah searah singkat mengenai DSS

Sebelum 1965 sistem informasi itu sangat mahal dan berskala besar sehingga pada tahun 1960 an system pengambil keputusan atau DSS ini di ciptakan. Pada tahun 1975 DSS mengalami perluasan batasan-batasan, sampai pada akhir 1970 an tercipta MIT untuk memperluas DSS. Dan pada tahun-tahun berikutnya perkembangan DSS selalu terus di kembangkan untuk memperbaiki system-sistem yang sudah ada karena semakin hari teknologi semakin perkembang, jadi DSS pun harus bias mengimbanginya, dan sampai sekarang pun, masih banyak inovasi-inovasi dan penelitihan yang dilakukan demi mengembangkan atau memperluas DSS

Ini adalah DSS Time Line (dalam konstruksi)

Tahun

Milestone

1964

Awal Michael Scott Morton penelitian - melihat email dari Andrew McCosh

1967

Michael Scott Morton penelitian selesai pada dampak dari komputer berbasis perangkat tampilan visual pada proses pengambilan keputusan manajemen

1968

Scott Morton dan McCosh kertas; Scott Morton dan Stephens kertas

1975

Steve Alter menyelesaikan Ph.D.-nya MIT disertasi berjudul "Sebuah Studi Computer Aided Pengambilan Keputusan dalam Organisasi"

1978

pembangunan dimulai pada EIS yang disebut Manajemen Informasi dan Pendukung Keputusan (MIDS) sistem di Lockheed-Georgia

1981

pertama Konferensi Internasional mengenai Sistem Pendukung Keputusan, Atlanta, Georgia

1982

pendiri Metafora Sistem Komputer

1984

Teradata database Komputer (DBC/1012) dikapalkan ke Wells Fargo, AT & T dan Chrysler dengan sistem manajemen database relasional (RDBMS) pada platform proprietary.

Demikian sejarah singkat mengenai DSS atau Sistem pengambilan keputusan. Dan kesimpulan yang dapat kita ambil di sini adalah bahwa system pengambilan keputusan ini sangat penting dalam suatu perusahaan untuk mengembangkan suatu usahanya, tanpa system ini suatu perusahaan atau usaha akan kesulitan untuk mengembangkan usahanya. Dan DSS ini tidak hanya berhenti di satu titik kemampuan aja, tetapi DSS ini tiap tahunnya mengalami perkembangan-perkenmbangan sehingga DSS ini memiliki kemampuan yang lebih canggih lagi dan mampu mengatasi setiap masalah dengan demi mudah. Dan sampai sekarang DSS masih terus diteliti dan terus diinovasi, sehinnga DSS tidak akan pernah ketinggalan jaman, dan DSS akan selalu siap membantu perusahaan dalam mengambil berbagai keputusan besar atau kecil

Sabtu, 17 Desember 2011

Sebuah studi tentang pendapat konsumen untuk atribut pengecer : suatu penerapan Analisis Conjoint ( Online Shop )







Sebuah studi tentang pendapat konsumen untuk atribut pengecer :
suatu penerapan Analisis Conjoint
( Online Shop )

Sebelum masuk keinti bahasan mengenai penda
pat konsumen untuk atribut pengecer sebuah website (online shop), kita pertama-tama harus mengetahui apa sih yang di maksud dengan Analisis Conjoint itu ?

Analisis Conjoint adalah sebuah teknik atau cara yang digunakan untuk mengetahui pendapat atau respon konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang ditawarkan oleh masing-masing online shop sesuai dengan atribut yang mereka tawarkan

Masing-masing online shop menawarkan perbedaan atribut, sesuai dengan keunikan mereka. Perbedaan ini bertujuan untuk menarik minat konsumen untuk percaya dan mau berbelanja di online shop mereka

Atribut-atribut yang ditawarkan :

Barang dagangan
Barang yang di tawarkan onleh online shop ini harus mencakup semua informasi yang dibutuhkan oleh k
onsumen, misalnya : harga, bentuk, merk, kualitas, volume, warna dll
Semua informasi-informasi itu akan mempengaruhi keputusan konsumen apa
kah dia akan terus untuk berkerjasama dengan anda atau dia akan berahli ke online shop lainnya yang lebih memberikan informasi yang lengkap mengenai barang yang dimaksud ( banyaknya online shop yang ada sekarang maka membuat konsumen jauh lebih selektif dalam memilih sebuah barang )

Kenyamanan
Kenyamanan disini adalah hal yang paling menarik bagi para konsumen, karen
a mereka tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, kapan pun dan dimanapun mereka mau mencari barang yang mereka inginkan mereka bisa melakukannya. Dan mereka bisa mencari informasi sebanyak-banyak nya mengenai barang yang mereka maksud dengan mudah

Interaktivitas
Konsumen dan Pengecer bisa berinteraksi secaa langsung tanpa
adanya batasan ruang dan waktu, dan ini dapat membuat pengecer mendapatkan respon yang positif dari konsumen, apalagi pelayanan yang memuaskan dapat membuat konsumen senang. Dan dalam berinteraksi ini pengecer juga bisa mempengarui konsumen dalam pengambilan keputusan

Navigasi
Tampilan, dimana tampilan ini sangat berpengaruh juga, karena mudah tid
aknya konsumen mencari dan mengakses online shop kita, semakin mudah pencarian online shop dan cara pemesanan dan informasi tentang barang tersebut, maka konsumen akan lebih semakin tertarik

Kehandalan
Semakin online shop itu mampu untuk menyimpan data privasi konsumen, dan semakin online shop itu bisa memberikan jaminan kepada konsumen tentang apa kenyamanan dan keamanan konsumen tersebut maka konsumen itu akan lebih tertarik

Promosi
Dilakukan untuk menarik minat konsumen, promosi ini biasanya diberikan dengan cara memberikan diskon-diskon dan memberika semacam hadiah kecil untuk menyenangkan pelanggan

Design

Tampilan web shop kita harus di design semenarik mungkin, sesuai dengan a
pa yang kita tawarkan, karena semakin menarik tampilan yang diberikan maka konsumen akan senang berlama-lama berkunjung di web kita, dan itu dapat menaikkan omset kita

Dalam online shop ada kelebiha
n dan kelemahan yang di milikinya

Kelebihan

Menghemat waktu
Menghemat biaya
Menghemat tenaga
Mengurangi resiko-resiko yang tidak diinginkan
Mempermudah mengkases informasi

Kelemahan

Sering terjadi penipuan
Barang tidak sesuai dengan keinginan kita atau yang di tampilkan
Tidak bisa cek fisik langsung

PENELITIHAN DI SPANYOL
TENTANG RESPON KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT
YANG DITAWARKAN OLEH MASING-MASING KONSUMEN

Hasil yang ditemukan adalah rata-rata konsumen akan membeli secara online karena atribut dari masing-masing online shop yang ditawarkan. Dapat dilihat bahwa konsumen akan merespon apa yang kita tawar kan apabila ada harga yang jelas, garansi, keamanan, kualitas. itu adalah atribut yang penting yang harus ada dlm setiap online shop, karena kalau atribut yang sangat berpengaruh ini tidak ada maka konsumen tidak akan pernah merespon barang atau jasa yang kita tawarkan , karena banyak nya online shop yang ada membuat konsumen dengan mudah menemukan online shop yang dapat memberikan informasi-informasi yang lengkap mengenahi barang tersebut, dan dapat memberikan jaminan-jaminan tentang kualitas dan keamanan