INVESTASI ,.. Semua orang rata-rata pasti pernah, akan dan mungkin sedang berinvestasi saat ini untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan, harapkan dan perlukan (dengan melakukan investasi). Tapi sebelum kita melakukan sebuah investasi kita harus tau dulu nih APA SIH INVESTASI ITU ?? terus APA SIH RESIKO – RESIKO yang akan kita tanggung kalau kita sedang berinvestasi ?? LIKUIDITAS dan DAYA JUAL nya seperti apa ?? trs kita juga harus tau juga TIPE dan KARAKTERISTIK dari hasil investasi kita itu seperti apa dan ALOKASI ASET nya.
Investasi, investasi itu adalah sebuah bentuk dari penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva, dan biasanya nih penanaman modalnya dalam jangka waktu yang lumayan lama, penanaman modal yang lumayan lama ini di harapkan menghasilkan sebuah keuntungan dimasa mendatang. TETAPI !! sebuah investasi ini selalu mengandung sebuah RESIKO yang dimana, hasil dari investasi yang diharapkan atau yang sudah direncanakan matang-matang sebelumnya berbeda sekali dengan kenyataan yang ada, itu lah yang dinamakana sebuah resiko dalam berinvestasi.
Didalam risiko, ada 2 tipe risiko yang ada yaitu yang pertama risiko sistematik ( systematic risk ) dan yang kedua risiko nonsistematik ( unsystematic risk )
· Risiko sistematik itu dikenal juga sebagai risiko yang yang tidak bisa didiversifikasi yaitu risiko yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti perubahan ekonominya, politik, sosiologi, perang, inflasi dan kejadian-kejadian internasional yang mana risiko-risiko itu tidak bisa dihilangkan dengan melakukan diversifikasi portofolio
· Risiko nonsistematikdikenal juga sebagai risiko yang bisa didiversifikasi. Faktor-faktor yang membentuk risiko ini adalah kapasitas management, mogok kerja, kecenderungan konsumen
Ada pula Tipe Investor Menurut profil Risiko. (www.danareksa.com/home/index_produk.cfm?act=investasiRepot)
1. Defensive
Investor dengan tipe defensive ini adalah investor yang berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan menghindari risiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar investasi yang dilakukan terbebas dari risiko.
2. Conservative
Investor dengan tipe conservativeini biasanya berinvestasi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan dengan rentang waktu investasi yang cukup panjang, misalnya, untuk pendidikan perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua. Investor tipe ini memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan (yield) yang layak saja dan tidak memiliki risiko besar, karena filosofi investasi mereka untuk menghindari risiko.
1. Defensive
Investor dengan tipe defensive ini adalah investor yang berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan menghindari risiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar investasi yang dilakukan terbebas dari risiko.
2. Conservative
Investor dengan tipe conservativeini biasanya berinvestasi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan dengan rentang waktu investasi yang cukup panjang, misalnya, untuk pendidikan perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua. Investor tipe ini memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan (yield) yang layak saja dan tidak memiliki risiko besar, karena filosofi investasi mereka untuk menghindari risiko.
3. Balanced
Investor dengan tipe balanced ini merupakan tipe investor yang menginginkan risiko menengah. Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara risiko yang dimungkinkan terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor ini bahwa mereka akan selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi, dan hanya investasi yang proporsional antara risiko dan penghasilan yang bisa diperoleh yang akan dipilih.
4. Moderately aggressive
Moderately aggressive ini merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim dalam menghadapi risiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya risiko dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan sebelumnya.
5. Aggressive
Investor aggressive, atau biasanya juga disebut 'pemain', adalah kebalikan dari investor conservative. Mereka sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki.
Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik. Investor tipe ini umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena mengharapkan adanya keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak berharap untuk merugi, namun setiap investor aggressive menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari permainan.
Investor dengan tipe balanced ini merupakan tipe investor yang menginginkan risiko menengah. Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara risiko yang dimungkinkan terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor ini bahwa mereka akan selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi, dan hanya investasi yang proporsional antara risiko dan penghasilan yang bisa diperoleh yang akan dipilih.
4. Moderately aggressive
Moderately aggressive ini merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim dalam menghadapi risiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya risiko dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan sebelumnya.
5. Aggressive
Investor aggressive, atau biasanya juga disebut 'pemain', adalah kebalikan dari investor conservative. Mereka sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki.
Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik. Investor tipe ini umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena mengharapkan adanya keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak berharap untuk merugi, namun setiap investor aggressive menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari permainan.
Untuk berinvestasi kita harus melihat likuiditas dan daya jualnya juga. Dimana sebuah asset yang telah kita tanam bisa saja tidak likuid tetapi memiliki kemampuan jual yang tinggi. Asset likuid dan daya jual memiliki perbedaan yaitu dimana asset likuid itubisa saja tidak memiliki pasar misalnya saja kita tidak akan pernah bisa menjual cek atau rekening tabungan kita , sedangkan daya jual itu mengacu kepada kemampuan untuk menjual asset dengan cepat dalam sebuah pasar yang ada tetapi kelemahannya tidak ada garansi untuk asset tersebut akan dapat terjual dengan harga yang sewajarnya.
Ada tipe dan karakteristik dari hasil investasi yang berbeda-beda ya itu bisa berupa atau berbentuk peningkatan atas modal,pendapatan dan dapat juga mengkombinasikan antara pendapatan dan peningkatan atas modal
· Peningkatan atas modal, disini investor menitik beratkanpada periode waktu tertentu
- Jangka pendek yang waktunya kurang dari 1 thn sampai dengan 3 thn dimana investor dengan karakteristik seperti ini akan dapat menerima tingkat risiko yang lebih besar atau sesuatu yang berbau spekulasi
- Jangka menengah yang waktunya antara 3 sampai 7 thn dimana investor dengan karakteristik seperti ini akan setengah-setengah dalam menerima risiko ( mempertimbangan segala sesuatunya ) dan tidak agresif
- Jangka waktu panjang yang waktunya lebih dari 7 thn dimana investor seperti ini hanya mencari aman saja, tidak mau menerima sebuah risiko yang menjadikan investor ini tidak akan berinvestasi dengan tujuan apresiasi kapital atau mereka merasa cukup dengan berinvestasi dalam porsi yang relative kecil untuk jangka waktu yang lama
· Pendapatan, disini investor menitik beratkan pada pendapatan berjalan. Pendapatan ini biasanya didistribusikan dalam 3 bentuk yaitu :
- Deviden ini dalam bentuk pembagian keuntungan suatu perusahaan kepada para pemegang saham, deviden ini dapat dibayarkan dalam bentuk kas, saham tambahan, kupon atau dalam bentuk barang kepemilikan
- Bunga (sama dengan deviden ttp dari sumber yang berbeda) ini adalah biaya atas peminjaman uang yang dinyatakan dalam bentuk kurs atau tarif tertentu untuk satu periode tertentu contohnya si A mengijinkan bank B untuk meminjamkan uang deposito berjangkanya kepada pihak C dan sebagai gantinya atas pinjaman tersebut di si A menerima tingkat suku bunga tertentu sebagai biaya peminjaman uang tersebut.
- Dan juga bisa dengan sewa, dimana pendapatannya berasal dari hasil pembayaran sewa atas harta kepemilikan seseorang
· Peningkatan modal dan pendapatan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sehat dengan memberikan atau membagikan deviden dan sekaligus mempunyai prospek pertumbuhan modal yang berkelanjutan
Kemana kita harus mengalokasikan asset kita? Kita harus menggunakan 2 pendekatan alokasi yaitu dengan metode strategi alokasi asset dan alokasi asset taktis
· Strategi alokasi asset itu adalah metode yang fokusnya pada jangkauan objektivitas yang panjang untuk menetapkan perpaduan berbagai macam jenis asset yang ada misalnya 60% sahan 40% surat hutang atau yang lainnya ( menyeimbangkan )
· Alokasi asset taktis itu adalah metode yang mengunakan ilmu kira-kira, dimana kita harus dapat menggunakan perkiraan arah pergerakan pasar untuk merubah komposisi asset dalam portofolio. Alokasi asset ini menggunakan teknik seperti waktu pasar yang melibatkan pemindahan antara 2 bentuk asset berdasarkan perkiraan pergerakkan pasar dan sector rotation yang digunakan untuk mengganti komposisi portofolio dari 1 sektor industry ke sector industry lainnya
Ada beberapa jenis-jenis Investasi yang bisa dipilih :
Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain:
a. Tabungan di bank
b. Deposito di bank
c. Saham
d. Properti
Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
(a) Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
(b) Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
e. Barang-barang koleksi
Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain.
f. Emas
g. Mata uang asing
h. Obligasi.
i.dan lain-lain
Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain:
a. Tabungan di bank
b. Deposito di bank
c. Saham
d. Properti
Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
(a) Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
(b) Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
e. Barang-barang koleksi
Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain.
f. Emas
g. Mata uang asing
h. Obligasi.
i.dan lain-lain
REFERENSI :
MODUL FPSB



Tidak ada komentar:
Posting Komentar