Rabu, 31 Oktober 2012

Rekrutmen dan seleksi

...........
Rekrutmen dan Seleksi 

Rekrutmen dan seleksi ... Sebelum membahas lebih dalam rekrutmen dan seleksi kita perlu tau dolo apa sih seleksi dan rekrutmen itu ?
Rekrutmen itu adalah sebuah proses mengundang atau mencari calon-calon tenaga kerja  yang sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut. Sedangkan seleksi adalah proses pemilihan calon-calon tenaga kerja tersebut yang dianggap paling cocok dengan posisi yang dibutuhkan oleh organisasi yang bersangkutan tersebut 

Sukses tidaknya / berkembang tidaknya suatu perusahaan sangat ditentukan sekali oleh kualitas SDM nya, semakin berkualitas SDM nya yg bekerja diperusahaan tersebut semakin berkembang suatu usaha itu, tetapi sebaliknya juga semakin bobrok SDM yang bekerja diperusahaan tersebut maka semakin bobrok juga suatu perusahaan tersebut. Nah, disini kita bisa mengetahui seberapa pentingnya sih rekrutmen dan seleksi itu ? Tanpa adanya rekrutmen dan seleksi bisa dibayangkan bagaimana kondisi perusahaan2 yang ada! Woooow ..... Tapi sayangnya ini lah yang menjadi kendala utama suatu perusahaan dalam merekrut dan menyeleksi SDM yang ada di Indonesia, banyak sekali jumlah angkatan kerja disini tetapi sedikit sekali yang memiliki kualitas yang baik yang benar-benar bisa memajukan dan mengembangkan perusahaan, selebihnya mereka hanya lah karyawan biasa yang hanya bisa bekerja saat perintah dari atasan turun itu saja. Hal ini lah yang menyebabkan mengapa kebanyakan dari perusahaan-perusahaan besar pemimpinnya adalah warga negara asing atau orng-orng lulusan luar negri, karena rata-rata warga negara asing atau orng yang lulusan dari luar negri lebih bisa menghargai waktu, pekerjaannya dan mereka memiliki kualitas yang sangat jauh berbeda (perusahaan menyeleksi siapa yang layak menjadi seorang pemimpin, dan yang pasti adalah orng- orng yangmempunyai kualitas SDM yang tinggi dan yang pasti dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya, salah satu contohnya dengan menjadikan warga negara asin yang berkualitas menjadi seorang pemimpin) 

Ada beberapa paradigma yang bisa dijadikan pedoman dalam melakukan rekrutmen dan seleksi dalam kaitannya dengan tindakan kerja :
a. Human Thingking
Adalah paradigma yang hanya memahami pelamar hanya dari dimensi berfikir saja sehingga dalam proses mencari dan menentukan pilihan hanya dan murni berlandaskan pada sejauh mana kemampuan analisa, menyimpulkan, dan kreativitas alternatif- alternatif untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapi sehingga hubungannya hanya dipandang dari relasi berfikir saja.
b. Human Working
Adalah cara pandang yang hanya memahami calon pelamar dari dimensi kerjanya saja. Cara pandang ini melihat dam memahami manusia hanya dari kesiapan mentalnya untuk bekerja dan melakukan segala sesuatu secara konkrit segala hal yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnnya oleh sekolah, tidak mesti pintar yang penting kuat untuk bekerja.
b. Human OriginalCara pandang seperti ini dalam proses rekrutmen dan seleksi hanya akan mencari dan memilih orang yang belum berpengalaman sama sekali, tidak mesti pintar yang penting bisa dibina, diarahkan dan dibentuk melalui upgreding SDM sekolah.

Trs sebuah rekruitmen dan seleksi juga ada sistemnnya 
Secara umum sistem rekrutmen dan seleksi dapat dilaksanakan dengan dua cara:
1. Sistem Langsung
Sistem rekutmen dan seleksi semacam ini adalah sistem yang menerima secara langsung terhadap seorang tenaga baru dengan langsung memberikannya SK dari pimpinan tertinggi atau yang bertangung jawab. Adapun bentuk- bentuknya dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Pemupukan ekternal
b. Pemupukan internal
c. Bentuk terbuka
d. Bentuk tertutup
2. Sistem Tidak Langsung
Sistem ini adalah sistem rekrutmen dan seleksi yang menerima secara tidak langsung terhadap tenaga baru dengan langsung memberikannya SK tetapi SK diberikan setelah tenaga baru melewati masa orientasi yang berfungsi evaluatif selektif dalam jangka waktu tertentu. Adapun bentuknya meliputi:
a. Orientasi selektif
Adalah proses orientasi beberapa orang yang telah diterima untuk bekerja di lembaga namun masih berada dalam bingkai untuk memilih yang terbaik. misalnya setelah A, B dan C dinyatakan diterima untuk bekerja tidak langsung mendapatkan SK dari pimpinan sehingga statusnya bukanlah pegawai tetap. Mereka terlebih dahulu diorientasi dalam waktu satu tahun untuk dievaluasi atau dinilai kinerjanya untuk kemudian dipilih yang terbaik dan sesuai kebutuhan organisasi yang kemudian barulah mereka mendapatkan SK setelah dinyatakan benar- benar diteerima dengan terbitnya SK dari pimpinan tinggi.
b. Orientasi akumulatif
Adalah proses orientasi beberapa orang yang telah benar- benar diterima semuanya dengan tujuan hanya untuk mengenalkan dan memantapkan cara berfikir dan bertindak mereka sesuai dengan visi dan misi lembaga.

Referensi:

http://www.majalahpendidikan.com/2011/05/pengertian-prosedur-dan-sistem.html

Tidak ada komentar: