MANAJEMEN RISIKO
Hidup,.. dimulai dr sembuah kelahiran, perkembangan, pendewasaan, pernikahan, pensiun dan yang terakhir adalah sebuah kematian. Dimana tahap dari sebuah kelahiran sampai akhirnya menuju sebuah kematian tidak bisa ditentukan secara pasti oleh diri kita sendiri apa lagi orang lain, karena pada alur hidup seseorang sebuah perubahan, sebuah perkembangan selalu menimbulkan sebuah tanda Tanya besar apa kah tujuan dan rencana-rencana yang telah kita buat nantinya akan berhasil atau tidak , berjalan mulus atau bahkan gagal ditengah jalan?? Semua mengandung sebuah ketidakpastian, dan ketidakpastian ini bisa disebut juga dengan RISIKO!!
APA SIH RISIKO ITU ??!
“Risiko adalah ketidakpastian tentang kejadian di masa depan”.
Beberapa definisi tentang risiko:
Risk is the change of loss, risiko diartikan sebagai kemungkinan akan terjadinya kerugian,
Risk is the possibility of loss, risiko adalah kemungkinan kerugian,
Risk is Uncertainty, risiko adalah ketidakpastian,
Risk is the dispersion of actual from expected result, risiko merupakan penyebaran hasil actual dari hasil yang diharapkan,
Risk is the probability of any outcome different from the one expected, risiko adalah probabilitas atas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan.
(oleh: PapapFarras ;
(oleh: PapapFarras ;
Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi oleh seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sedangkan kalaupun rugi hanya kecil sekali? Misalnya membeli loterei. Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli loterei relatif kecil. Apakah ini juga tergolong Risiko? jawabannya adalah ya pasti,hal ini juga tergolong risiko. Dinamakan Risiko itu selama seseorang tersebut mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap sebagai sebuah risiko.
Risiko ini dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
1. risiko spekulatif, dan
2. risiko murni.
Risiko spekulatif :
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi seseorang dan itu dapat memberikan sebuah keuntungan dan juga dapat memberikan sebuah kerugian. Contohnya saja jika kita sedang melakukan investasi di suatu perusahaan A missal, yang secara pasti kita hadapi hanya 2 kemungkinan saja yaitu apakah kita nantinya akan untung atau rugi.
Risiko murni :
Risiko murni adalah suatu keadaan yang hanya dapat menimbulkan sebuah kerugian saja atau tidak terjadi apa-apa dan keadaan yang tidak mungkin menguntungkan. Contohnya saja adalah sebuah kebakaran, tidak ada yang namanya kebakaran menimbulkan keuntungan, pasti nya kebakaran itu pasti rugii.
1. risiko spekulatif, dan
2. risiko murni.
Risiko spekulatif :
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi seseorang dan itu dapat memberikan sebuah keuntungan dan juga dapat memberikan sebuah kerugian. Contohnya saja jika kita sedang melakukan investasi di suatu perusahaan A missal, yang secara pasti kita hadapi hanya 2 kemungkinan saja yaitu apakah kita nantinya akan untung atau rugi.
Risiko murni :
Risiko murni adalah suatu keadaan yang hanya dapat menimbulkan sebuah kerugian saja atau tidak terjadi apa-apa dan keadaan yang tidak mungkin menguntungkan. Contohnya saja adalah sebuah kebakaran, tidak ada yang namanya kebakaran menimbulkan keuntungan, pasti nya kebakaran itu pasti rugii.
Nah ini ada perbedaan yang utama dari risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.
sebuah pendekatan terstruktur dalam mengelola sesuatu yang berkaitan dengan sebuah ancaman karena ketidak pastian. Ancaman yang dimaksud di sini adalah akibat dari aktivitas individu / manusia itu sendiri. Aktivitas ini meliputi penilaian risiko yang mengancam, pengembangan strategi untuk menanggulangi risiko dengan mengelola sumberdaya yang ada”. Jadi inti nya manajemen risiko itu adalah mengelola sebuah asset untuk menghindari sebuah risiko yang akan terjadi.
Tindakan manajemen risiko ini diambil oleh para praktisi untuk merespon berbagai macam risiko. Responden melakukan dua macam tindakan manajemen risiko yaitu yang pertama untuk mencegah dan yang kedua untuk memperbaiki. Tindakan mencegah itu digunakan untuk mengurangi, menghindari, atau mentransfer risiko kepada orang lain. Sedangkan tindakan memperbaiki adalah untuk mengurangi efek-efek ketika risiko itu terjadi atau ketika risiko harus diambil.
Dalam manajemen risiko ada sebuah proses-proses yang harus dijalani, agar manajemen ini dapat berjalan dengan baik dan benar. Proses-proses itu berawal dari sebuah pengidentifikasian risiko atau membuat sebuah pemaparan karena setiap asset yang dimiliki oleh rumah tangga mempunyai risikonya sendiri-sendiri dan masing-masing tidak bisa disamaratakan, disini kita harus bisa membedakannya menjadi aset finansial dan aset nonfinansial. Aset nonfinansial dipisah menjadi aset perorangan dan aset nyata. Pada tahap ini, kita harus mengumpulkan informasi-informasi mengenai risiko-risiko apa saja yang kira-kira mengancam aktivitas usaha kita. Selanjutnya kita harus menganalisa risiko-risiko tersebut dengan melihat seberapa besar probabilitas terjadinya suatu risiko dan kerusakan yang ditimbulkannya. Kemudian setelah mengetahui probabilitas dan dampak yang dihasilkan, maka kita dapat mengetahui potensi terjadinya suatu risiko. Setelah menganalisa kita masuk pada tahap pengidentifikasian cara-cara yang tersedia dalam Manajemen dengan sebuah teknik, teknik tersebut ada yang membutuhkan sedikit biaya dan ada juga yang tidak membutuhkan biaya sama sekali. Beberapa caranya adalah: Menghindari Resiko, Mengurangi Resiko, Mengurangi Kerugian Potensial yang Mungkin Terjadi, Diversifikasi Resiko, Transfer Resiko, Metode2 lainnya. Setelah itu pengimplementasian dilakukan, kadang seseorang mempunyai kesulitan dalam mengimplementasikan strategi untuk memanajemen resikonya. Mengatur rencana implementasi itu dengan cara membuat tanggal yang spesifik akan dapat membantu kita dalam menyelesaikan tugas. Dan tahap yang terakhir adalah meninjau ulang atau memantau Manajemen resiko karena dapat berubah ubah, oleh karena itu sebaiknya kita meninjau ulang strategi yang kita gunakan setiap setahun sekali.
Dan juga yang perlu kita ketahui bahwa manajemen risiko ini merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam perencanaan keuangan. Asuransi adalah salah satu bentuk dari manajemen risiko. ASURANSII ??? asuransi ada banyak, salah satunya adalah asuransi jiwa.
“Asuransi jiwa adalah suatu pelimpahan risiko atas ganti rugi keuangan oleh tertanggung kepada penanggung. Risiko yang dilimpahkan kepada penanggung bukanlah risiko hilangnya jiwa seseorang, melainkan kerugian keuangan sebagai akibat hilangnya jiwa atau karena mencapai umur yang tua sehingga tidak produktif lagi” (modul FPSB Indonesia )
Asuransi disini berperan sangat penting untuk memproteksi diri. Peranan asuransi jiwa dalam kehidupan sehari-hari adalah
1. Memastikan masa depan. Masa depan seseorang tidak pernah bisa untuk dipastikan, salah satu penyebab ketidak pastian masa depan seseorag adalah berkurang atau lenyap sama sekali nilai ekonomi hidupnya. Dan untuk melindungi seseorang dari akibat ketidak pastian itu dengan menyimpan atau asuransi jiwa,
2. Menanggulangi risiko hidup dan kebutuhan kebutuhan dan resiko hidup adalah hal yang tidak bisa dipungkiri. Asuransi jiwa dibutuhkan untuk itu semua karena ada 2 risiko utama yang selalu mengancam kehidupan seseorang, yaitu meninggal dini dan hidup sakit tapi lama umur hidupnya. Risiko kematian dini >> Kematian dini mengakibatkan konsekuensi negatif bagi pihak yang ditinggalkan. Konsekuensinya sebagai berikut : 1. Eksposur yang dihadapi oleh keluarga; a. Konsekuensi ekonomis, seperti kerugian akibat tidak bisa memperoleh sumber penghasilan. Beberapa pendekatan kebutuhan yang harus dicukupi oleh orang yang meninggal tersebut kebutuhan untuk menjaga standar hidup yang ada, kebutuhan untuk membesarkan anak b. Konsekuensi emosional, lebih sulit diukur daripada nilai ekonomisnya. Kebutuhan akan dihitung berdasar konsekuensi yang bisa dihitung nilai ekonomisnya. 2. Eksposur yang dihadapi bisnis.Beberapa kerugian yang diderita oleh perusahaan jika orang kunci meninggal tidak mudah. Tetapi kita bisa menggunakan pendekatan jumlah kerugian yang akan ditanggung perusahaan. Sedangkan risiko berumur panjang >> mengakibatkan kerugian seperti habisnya asset yang dipunyai karena mereka sudah tidak dapat menghasilkan penghasilan lagi ( kerugian diri sendiri ). Sedangkan untuk orang lain kehilanggan asset yang dimiliki atau berkurangnya asset yang dimiliki akibat yang ditimbulkan risiko dari umur panjang misalnya hilangnya kesehatan seseorang yang berumur panjang tesebut.
Trs ada beberapa jenis asuransi jiwa yang bisa kita ikuti yaitu :
1.Asuransi jiwa berjangka, jenis asuransi yang paling sederhana dan yang paling murni. Asuransi berjangka adalah asuransi yang memberikan proteksi terhadap risiko kematian dalam jangka waktu tertentu. Ada beberapa jenis asuransi berjangka: a. Asuransi berjangka tetap, polis asuransi berjangka tetap memberikan proteksi selama beberapa tahun, asuransi ini memberikan sejumlah uang pada saat tertanggung meninggal dunia dan seringkali dipergunakan untuk membayar hutang, b. Asuransi berjangka menurun, jenis polis ini seringkali dipergunakan untuk memastikan bahwa pinjaman hutang dapat terlunasi jika pemilik hutang tersebut meninggal dunia, c. Asuransi berjangka meningkat, polis ini dirancang untuk memberikan proteksi terhadap biaya hidup yang terus meningkat karena inflasi
2.Asuransi jiwa seumur hidup, dikenal juga sebagai asuransi jiwa umum dengan premi yang jumlah nya tetap selama jangka waktu asuransi dan pembayaran premi dilakukan seumur hidup. Asuransi jiwa seumur hidup mempunyai 2 pilihan, yaitu polis asuransi jiwa seumur hidup dengan pembagian keuntungan memberikan bonus tambahan ke jumlah uang pertanggungan dari waktu ke waktu dan pada saat polis jatuh tempo dan tanpa pembagian keuntungan berarti hanya menerima uang pertanggungan saja
3.Asuransi jiwa gabungan, memberikan proteksi lebih dari satu orang. Jenis ini bisa berupa polis dengan yang pertama meninggal dunia atau yang kedua meninggal dunia
4.Asuransi jiwa dwiguna, digunakan sebagai tabungan selama jangka waktu tertentu dengan disertai elemen proteksi. Jangka waktu yang umum bagi polis dwiguna adalah 10,15,20,25 thn, tetapi ada juga polis yang diterbitkan dengan pembyaran premi sampai usia 60 atau 65 thn. Polis ini biasanya digunakan untuk membiayai pendidikan anak
5.Anuitas, anuitas dirancang untuk menyediakan penghasilan pada saat pensiun. Jenis asuransi ini memberikan pembayaran secara berkala sampai tertanggung meninggal atau sampai waktu yang ditentukan dimana pembayaran ini dihasilkan dari sejumlah pembayaran yang diakumulasikan dalam jangka waktu tertentu. Ada 2 jenis anuitas dasar : 1. Anuitas segera, memberikan pembayaran berkala kepada tertanggung dimana tertanggung membeyarkan sejumlah premi tunggal,2. Anuitas tertunda, pembayaran dimulai diakhir jangka waktu tertentu. Anuitas ini dapat dibeli dengan premi tunggal pada saat mulai bergabung atau pembayaran secara berkala selama beberapa bulan
JADI INTINYA KEHIDUPAN SESEORANG TIDAK BISA TERLEPAS DARI YANG NAMANYA RISIKO OLEH SEBAB ITU KITA HARUS PINTER-PINTER MENGATUR KEUANGAN KITA YAITU MUNGKIN SALAH SATUNYA DENGAN ASURANSI ATAU KITA BERINVESTASI TETAPI DENGAN RISIKO YANG DISESUAIKAN DENGAN KESIAPAN MENTAL KITA GT ( LEBIH BAIK MENGURANGI DAN MENGHINDARI SEBUAH RISIKO)
REFERENSI BLOG INI ADL :
· MODUL FPSB TEXTBOOK


